Halaman

    Social Items

Source: (civitas.uns.ac.id)
Arsyila id ***Tak disangka, musuh terbesar bagi Anda bukanlah orang lain, tetapi diri Anda sendiri. Pikiran dan kebiasaan Anda, meskipun sering dipandang sebelah mata, dapat memengaruhi suasana hati Anda dan mengganggu kesehatan mental Anda. Seperti halnya kesehatan tubuh, gangguan mental juga akan menimbulkan gejala yang pada akhirnya akan menghambat aktivitas harian Anda jika tidak segera diobati.

Seperti dikutip pada hellosehat.com, (Selasa, 30/07/2019) Berikut beberapa kebiasaan yang dapat memengaruhi kesehatan mental Anda:

Pesimis

Orang yang pesimistis cenderung tidak memiliki harapan yang baik dan mudah putus asa. Karena itu, pesimisme tidak hanya memengaruhi cara Anda melihat kehidupan, tetapi juga kesehatan mental Anda. Harapan yang hilang dan keputusasaan, jika dibiarkan hang out, bisa menjadi salah satu gejala gangguan mood, yaitu depresi.


Jadi, belajarlah untuk berpikir positif. Pelajari tentang kelemahan dan kekuatan Anda dan fokus pada kekuatan Anda. Jangan memikirkan kelemahan Anda atau situasi buruk yang Anda hadapi.

Perfeksionisme 

Perfeksionisme cenderung mendorong seseorang untuk menginginkan segalanya sempurna, dengan caranya sendiri, dan tanpa cacat. Tidak jarang standar sempurna ini membuat seseorang kecewa dan sedih, terutama jika apa yang direncanakan tidak menjadi nyata. Tanpa kontrol, Anda menjadi rentan terhadap gangguan kecemasan.

Tetapkan tujuan yang realistis, lebih dapat dicapai, dan menghadapi kesalahan atau kegagalan sebagai bentuk pembelajaran. Jika Anda sudah gelisah, tenanglah dengan teknik relaksasi, seperti mengambil napas dalam-dalam.

Pikiran obsesif

Obsesi adalah pikiran negatif yang muncul dan tidak terkontrol dan berulang dari peristiwa masa lalu atau saat ini.

Misalnya, jika Anda terobsesi untuk memeriksa ponsel atau media sosial Anda, Anda tidak ingin ketinggalan informasi apa pun. Jangan memegang ponsel sesaat, dalam pikiran Anda hal-hal negatif telah muncul seperti, "Bagaimana jika pasangan menelepon karena tidak ada apa-apa?"

Ini akan membuat tubuh dan otak Anda stres, pernapasan dan detak jantung Anda akan meningkat dengan cepat dan tubuh Anda akan melepaskan hormon stres, adrenalin dan kortisol. Semua ini akan berdampak pada kesehatan fisik dan emosional Anda.

Harga diri rendah

Cara Anda menilai diri sendiri juga dapat mendukung atau bahkan mengganggu kesehatan mental Anda. Orang yang cenderung lebih rendah, menganggap diri mereka tidak berdaya, membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan terlalu sering menyalahkan diri sendiri akan mudah stres dan tertekan.

Yang terbaik adalah fokus pada apa yang Anda miliki, maksimalkan potensi Anda, buktikan kepada diri sendiri jika Anda memiliki segudang kemampuan, dan tidak terlalu memikirkan komentar orang lain tentang Anda.

Kurang tidur

Tidur adalah cara tubuh meregenerasi dirinya sendiri. Akibatnya, kurang tidur tidak hanya membuat Anda mengantuk, tetapi juga dapat mengganggu kinerja sistem. Ini pasti akan mengganggu kesehatan mental Anda. Sejumlah penelitian telah menunjukkan hubungan antara kurang tidur dan berbagai jenis gangguan mental seperti depresi, gangguan bipolar, dan ADHD.

Biasakan diri Anda untuk tidur 8 jam sehari. Jika Anda sulit tidur, segera bicarakan dengan dokter Anda untuk mencari tahu apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya.

Gerakan malas

Studi oleh para ahli di University College London telah mengaitkan aktivitas fisik dengan depresi. Studi menunjukkan bahwa orang yang aktif cenderung tidak menderita depresi karena aktivitas fisik mengurangi risiko depresi.

Mulailah dengan aktivitas fisik sederhana. Misalnya, keluar rumah, naik turun tangga, bersepeda atau aktivitas lain yang membuat tubuh dan pikiran Anda tetap aktif.

Memendam kemarahan

Jangan salah paham, memendam amarah juga bisa memengaruhi kesehatan mental. Dalam 2017 Advances Journal, para ahli Inggris menemukan bahwa orang-orang yang tidak bisa mengungkapkan kemarahan mereka dengan cara yang sehat lebih mungkin mengalami berbagai gejala depresi.


Akibatnya, belajarlah untuk mengekspresikan emosi Anda dan ungkapkan kemarahan Anda, kekecewaan dan perasaan negatif lainnya. Jangan hanya dimakamkan sendiri, terutama jika itu mengganggu kewarasan Anda. Beri tahu orang-orang bahwa Anda mempercayai atau membagikan perasaan Anda di surat kabar.

7 kebiasaan buruk yang membuat Anda rentan terhadap gangguan mental

Source: (civitas.uns.ac.id)
Arsyila id ***Tak disangka, musuh terbesar bagi Anda bukanlah orang lain, tetapi diri Anda sendiri. Pikiran dan kebiasaan Anda, meskipun sering dipandang sebelah mata, dapat memengaruhi suasana hati Anda dan mengganggu kesehatan mental Anda. Seperti halnya kesehatan tubuh, gangguan mental juga akan menimbulkan gejala yang pada akhirnya akan menghambat aktivitas harian Anda jika tidak segera diobati.

Seperti dikutip pada hellosehat.com, (Selasa, 30/07/2019) Berikut beberapa kebiasaan yang dapat memengaruhi kesehatan mental Anda:

Pesimis

Orang yang pesimistis cenderung tidak memiliki harapan yang baik dan mudah putus asa. Karena itu, pesimisme tidak hanya memengaruhi cara Anda melihat kehidupan, tetapi juga kesehatan mental Anda. Harapan yang hilang dan keputusasaan, jika dibiarkan hang out, bisa menjadi salah satu gejala gangguan mood, yaitu depresi.


Jadi, belajarlah untuk berpikir positif. Pelajari tentang kelemahan dan kekuatan Anda dan fokus pada kekuatan Anda. Jangan memikirkan kelemahan Anda atau situasi buruk yang Anda hadapi.

Perfeksionisme 

Perfeksionisme cenderung mendorong seseorang untuk menginginkan segalanya sempurna, dengan caranya sendiri, dan tanpa cacat. Tidak jarang standar sempurna ini membuat seseorang kecewa dan sedih, terutama jika apa yang direncanakan tidak menjadi nyata. Tanpa kontrol, Anda menjadi rentan terhadap gangguan kecemasan.

Tetapkan tujuan yang realistis, lebih dapat dicapai, dan menghadapi kesalahan atau kegagalan sebagai bentuk pembelajaran. Jika Anda sudah gelisah, tenanglah dengan teknik relaksasi, seperti mengambil napas dalam-dalam.

Pikiran obsesif

Obsesi adalah pikiran negatif yang muncul dan tidak terkontrol dan berulang dari peristiwa masa lalu atau saat ini.

Misalnya, jika Anda terobsesi untuk memeriksa ponsel atau media sosial Anda, Anda tidak ingin ketinggalan informasi apa pun. Jangan memegang ponsel sesaat, dalam pikiran Anda hal-hal negatif telah muncul seperti, "Bagaimana jika pasangan menelepon karena tidak ada apa-apa?"

Ini akan membuat tubuh dan otak Anda stres, pernapasan dan detak jantung Anda akan meningkat dengan cepat dan tubuh Anda akan melepaskan hormon stres, adrenalin dan kortisol. Semua ini akan berdampak pada kesehatan fisik dan emosional Anda.

Harga diri rendah

Cara Anda menilai diri sendiri juga dapat mendukung atau bahkan mengganggu kesehatan mental Anda. Orang yang cenderung lebih rendah, menganggap diri mereka tidak berdaya, membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan terlalu sering menyalahkan diri sendiri akan mudah stres dan tertekan.

Yang terbaik adalah fokus pada apa yang Anda miliki, maksimalkan potensi Anda, buktikan kepada diri sendiri jika Anda memiliki segudang kemampuan, dan tidak terlalu memikirkan komentar orang lain tentang Anda.

Kurang tidur

Tidur adalah cara tubuh meregenerasi dirinya sendiri. Akibatnya, kurang tidur tidak hanya membuat Anda mengantuk, tetapi juga dapat mengganggu kinerja sistem. Ini pasti akan mengganggu kesehatan mental Anda. Sejumlah penelitian telah menunjukkan hubungan antara kurang tidur dan berbagai jenis gangguan mental seperti depresi, gangguan bipolar, dan ADHD.

Biasakan diri Anda untuk tidur 8 jam sehari. Jika Anda sulit tidur, segera bicarakan dengan dokter Anda untuk mencari tahu apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya.

Gerakan malas

Studi oleh para ahli di University College London telah mengaitkan aktivitas fisik dengan depresi. Studi menunjukkan bahwa orang yang aktif cenderung tidak menderita depresi karena aktivitas fisik mengurangi risiko depresi.

Mulailah dengan aktivitas fisik sederhana. Misalnya, keluar rumah, naik turun tangga, bersepeda atau aktivitas lain yang membuat tubuh dan pikiran Anda tetap aktif.

Memendam kemarahan

Jangan salah paham, memendam amarah juga bisa memengaruhi kesehatan mental. Dalam 2017 Advances Journal, para ahli Inggris menemukan bahwa orang-orang yang tidak bisa mengungkapkan kemarahan mereka dengan cara yang sehat lebih mungkin mengalami berbagai gejala depresi.


Akibatnya, belajarlah untuk mengekspresikan emosi Anda dan ungkapkan kemarahan Anda, kekecewaan dan perasaan negatif lainnya. Jangan hanya dimakamkan sendiri, terutama jika itu mengganggu kewarasan Anda. Beri tahu orang-orang bahwa Anda mempercayai atau membagikan perasaan Anda di surat kabar.

Subscribe Our Newsletter